FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECUKUPAN ASI PADA BAYI DI PUSKESMAS PAHANDUT

  • Ketut Resmaniasih Resmaniasih

Abstract

Abstract


 


The amount of milk production in the first few days after childbirth is small, it is this that reinforces the notion that breast milk is not sufficient for infants. The results of household health surveys (2010) found one of the reasons the mother stopped breastfeeding to babies because of less milk production (32%). This research is analytic with cross sectional design. The number of population in this study was 50 breastfeeding mothers with consecutive sampling technique, with a sample size of 44 respondents. Data were collected through questionnaires distributed to mothers who breastfed their infants aged 1-3 months who visited Pahandut puskesmas from October to November 2016. Then using chi square with 95% confidence level. The result of statistical test on maternal age factor (p = 0,622), parity (p = 0,570), education (p = 0,481), maternal nutritional status (p = 0,659) and occupation (p = 0,042). While infant factor: birth weight (p = 0,609), gender (p = 0,349), age (p = 0,239), and IMD (p = 0,064). So it can be concluded that there is no significant relationship between maternal factors: age, parity, nutritional status, and infant factors: birth weight, sex, age and IMD to breast milk adequacy in infants. There is a significant relationship between maternal work on breast milk sufficiency in infants.


 


Keywords: Factor, and Breastfeeding Adequacy


 


Abstrak


Jumlah produksi ASI pada hari-hari pertama pasca persalinan memang sedikit, hal inilah yang semakin menguatkan anggapan bahwa ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi. Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2010 ditemukan salah satu alasan ibu menghentikan pemberian ASI kepada bayi karena produksi ASI kurang (32%). Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 50 ibu menyusui dengan teknik consecutive sampling, sehingga jumlah sampel ialah 44 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada ibu menyusui bayi usia 1-3 bulan yang berkunjung ke puskesmas Pahandut periode Oktober sampai November 2016. Kemudian menggunakan chi square  dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil uji statistik pada faktor umur ibu (p= 0,622), paritas (p=0,570), pendidikan (p=0,481), status gizi ibu (p=0,659) dan pekerjaan (p=0,042). Sedangkan faktor bayi: berat lahir (p=0,609),  jenis kelamin (p=0,349), umur (p=0,239), dan IMD (p=0,064). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor ibu : umur, paritas,  status gizi, dan faktor bayi : berat  lahir, jenis kelamin , umur  dan IMD terhadap kecukupan ASI pada bayi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu terhadap kecukupan ASI pada bayi.  


 


Kata kunci: Faktor, dan Kecukupan ASI

Published
Apr 5, 2018
How to Cite
RESMANIASIH, Ketut Resmaniasih. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECUKUPAN ASI PADA BAYI DI PUSKESMAS PAHANDUT. Mahakam Midwifery Journal (MMJ), [S.l.], v. 2, n. 2, p. 98 - 104, apr. 2018. ISSN 2548-5229. Available at: <http://ejournalbidan.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/midwifery/article/view/67>. Date accessed: 22 aug. 2018.